Perry Syukuri Rupiah Menguat, Apresiasi Sinergi dengan Purbaya
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren penguatan setelah sempat tertekan akibat ketidakpastian global dan tingginya kebutuhan valuta asing dari sektor korporasi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas koordinasi yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Ancaman PHK Massal Diungkap KSPN, Pemerintah Diminta Bertindak
“Dengan upaya kita bersama doa kita dan sinergitas yang erat dengan BI dan pemerintah dan koordinasi yang erat. Terima kasih Pak Menteri Keuangan Alhamdulillah membuktikan nilai tukar rupiah menguat dan kita yakin ke depan semakin kuat,” ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).
Sebelumnya, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terhadap mata uang Garuda saat itu dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya permintaan valuta asing dari kalangan korporasi.
Perry mengatakan penguatan rupiah tidak lepas dari koordinasi yang semakin erat antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.
Sinergi tersebut diperkuat setelah pertemuan yang difasilitasi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada 6 Juni 2026.
Dalam pertemuan itu, BI dan Kementerian Keuangan sepakat untuk semakin fokus menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Hasilnya mulai terlihat pada pergerakan nilai tukar rupiah.
Per 17 Juni 2026, rupiah tercatat berada di level Rp17.730 per dolar AS atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.
Untuk menjaga momentum tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat berbagai langkah stabilisasi di pasar keuangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
“Intervensi valas dengan jumlah besar,” kata Perry.
Baca Juga: Hormuz Dibuka, Indonesia Tetap Lanjutkan Impor Minyak Rusia
Selain itu, BI juga mempertahankan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor enam, sembilan, dan 12 bulan agar tetap menarik bagi investor asing.
Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan kebijakan BI-Rate guna menjaga aliran masuk investasi portofolio asing ke pasar keuangan domestik sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

[…] Perry Syukuri Rupiah Menguat, Apresiasi Sinergi dengan Purbaya […]