AS dan Iran Kembali Bentrok di Selat Hormuz, Trump Ancam Serangan Lebih Brutal
Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat bentrokan bersenjata di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai serangan, memperburuk situasi gencatan senjata yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi rapuh.
Insiden terbaru tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak global.
Presiden AS Donald Trump menegaskan gencatan senjata masih tetap berlaku meski bentrokan kembali terjadi.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Kamis malam, Trump menyebut insiden itu hanya sebagai “sentuhan ringan”.
Baca Juga: Iran Diklaim Trump Takluk, Setiuju Stop Program Nuklir
Namun, dalam unggahan di Truth Social, Trump menggunakan nada yang jauh lebih keras.
Ia mengklaim militer AS berhasil menghancurkan pasukan Iran yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Trump bahkan menggambarkan armada Iran yang terdiri dari kapal kecil dan drone “jatuh dengan sangat indah ke laut, seperti kupu-kupu yang jatuh ke kuburnya”.
Ia juga kembali mengancam Iran agar segera menyetujui kesepakatan nuklir baru dengan Washington.
“Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!” tulis Trump, dikutip CNBC International, Jumat (8/5/2026).
AS dan Iran Saling Klaim Bertindak Membela Diri
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan pasukan Amerika melakukan tindakan bela diri setelah mendapat serangan saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintas di kawasan tersebut.
“Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil,” demikian pernyataan CENTCOM.
Militer AS mengklaim tidak ada aset mereka yang terkena serangan.
CENTCOM juga menyebut pihaknya telah menghancurkan sejumlah fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Target serangan balasan AS diklaim mencakup lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga fasilitas intelijen Iran.
“CENTCOM tidak berupaya meningkatkan eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika,” tulis pernyataan tersebut.
Di sisi lain, Iran menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata.
Seorang pejabat militer Iran mengatakan pasukan AS menyerang kapal tanker Iran yang sedang bergerak menuju Selat Hormuz.
Baca Juga: Arab Saudi Dinilai Jadi Alasan Trump Hentikan Project Freedom, Ungkap Laporan
“Tentara Amerika yang agresif, teroris, dan bandit, yang melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker Iran,” kata pejabat tersebut dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran.
Iran juga mengklaim telah membalas serangan dengan menargetkan kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.
Menurut Teheran, serangan tersebut menyebabkan “kerusakan signifikan” pada kapal militer AS.
Namun, klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen dan telah dibantah oleh pihak Amerika Serikat.

[…] AS dan Iran Kembali Bentrok di Selat Hormuz, Trump Ancam Serangan Lebih Brutal […]