Freeport Temukan Sumber Tambang Baru, “Harta Karun” Berlanjut
Freeport temukan sumber tambang baru di wilayah Grasberg yang dinilai masih menyimpan potensi cadangan mineral besar dan menjanjikan untuk jangka panjang. Freeport-McMoRan (FCX) mengungkapkan bahwa selain Grasberg Block Cave (GBC), perusahaan juga memiliki cadangan signifikan dari deposit Kucing Liar yang kini terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan produksi tambang.
Sejak 2022, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah melakukan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang berada di distrik mineral Grasberg. Upaya tersebut berlanjut dengan penyelesaian studi pada 2025 untuk mengevaluasi potensi perluasan jejak tambang yang sebelumnya dirancang beroperasi dengan kapasitas 90.000 metrik ton bijih per hari.
Baca Juga: Prabowo Bawa Investasi Rp 90 Triliun saat Kunjungan ke 3 Negara
“Studi tersebut mengidentifikasi peluang perluasan berbiaya rendah untuk meningkatkan kapasitas desain Kucing Liar menjadi 130.000 metrik ton bijih per hari dan meningkatkan cadangan Kucing Liar sekitar 20%,” tulis manajemen dalam laporan terbaru, Senin (26/1/2026).
Hasil kajian tersebut turut memperbarui estimasi cadangan mineral di wilayah tersebut. Per 31 Desember 2025, estimasi awal cadangan Kucing Liar mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas hingga tahun 2041. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di level 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas, menandakan potensi produksi yang lebih besar dari proyeksi awal.
Dengan desain terbaru, produksi rata-rata Kucing Liar pada tingkat operasi penuh diperkirakan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun. Proyeksi ini meningkat lebih dari 35% dibandingkan estimasi produksi sebelumnya, seiring dengan penyesuaian kapasitas dan optimalisasi desain tambang.
Dari sisi ekonomi, pengembangan deposit Kucing Liar membutuhkan tambahan investasi modal sekitar 10% atau setara US$ 0,5 miliar. Tambahan investasi tersebut mencakup dampak terhadap operasional Grasberg Block Cave serta penyesuaian fasilitas pengolahan yang diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.
Baca Juga: Pendekatan Sri Mulyani dan Purbaya terkait Cukai Rokok
Hingga akhir 2025, PTFI tercatat telah menggelontorkan dana sekitar US$ 1,1 miliar untuk pengembangan proyek Kucing Liar. Ke depan, kebutuhan investasi diproyeksikan masih akan bertambah sekitar US$ 4 miliar hingga 2033, dengan rata-rata belanja modal mencapai US$ 0,5 miliar per tahun. Proyeksi ini menunjukkan komitmen Freeport dalam memastikan keberlanjutan produksi tembaga dan emas dari wilayah Grasberg dalam jangka panjang.
