Istana Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan Meski Dikritik Mahasiswa
Pemerintah menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meski menjadi salah satu tuntutan yang diminta untuk dihentikan dalam aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.
Baca Juga: Harga Obat Naik Maksimal 20 Persen, Diizinkan Menkes
Menurut dia, Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus menjalankan program tersebut sembari melakukan evaluasi dan perbaikan tata kelola.
“Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu? Emang balita disuruh berhenti makan? Anak sekolah emang nggak boleh makan lagi?” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, dikutip Minggu (14/6/2026).
Qodari menilai berbagai tantangan dalam pelaksanaan program merupakan hal yang wajar karena setiap kebijakan publik pasti menghadapi dinamika ketika diterapkan di lapangan.
“Jadi begini, program apapun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi. Dari satu gagasan menjadi sebuah program operasional itu perlu diturunkan. Pasti ada variasi dan pasti ada masalah. Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan berbagai kendala tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program yang telah memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi,” ucap Qodari.
Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan MBG
Qodari menjelaskan Kepala BGN Nanik S Deyang telah mengambil langkah penataan dengan menghentikan sementara pembangunan maupun persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mulai beroperasi.
Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pada hari ini yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu,” jelasnya.
Ia juga mengklaim MBG telah membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang kini mendapatkan akses makanan bergizi secara lebih teratur.
Pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, mulai dari penerima manfaat hingga kualitas layanan yang diberikan.
“Nah yang operasional ini akan dievaluasi. Dievaluasi dari penerimanya, dievaluasi dari kondisi SPPG-nya, dievaluasi dari segi gizinya, dievaluasi dari segi tata kelola bagaimana melibatkan vendor lokal. Itu semua dievaluasi,” papar Qodari.
Baca Juga: Langkah BI Kurangi Ketergantungan Dolar Diapresiasi Dasco
Sebelumnya, penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan utama dalam aksi demonstrasi yang digelar BEM Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah mahasiswa lain di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yakni:
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Menghentikan militerisme di ranah sipil.
- Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.

[…] Istana Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan Meski Dikritik Mahasiswa […]