Profesor Jepang : Pembangunan IKN bisa Dongkrak Ekonomi Kaltim dan Sekitarnya
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan wilayah sekitarnya.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam agenda Jumat Belajar ASN Otorita IKN bertajuk “Regional Collaboration For Tri-City Development: Lessons From Global Experience (Sweden, Spain, and Italy)” dan “Regional Development through Inter-Municipal Collaboration: Key Success Factors for the Greater Nusantara Region” pada Jumat (5/06/2026).
Dalam forum tersebut, Otorita IKN bersama akademisi dari The University of Tokyo dan Toyo University membahas strategi pembangunan kawasan metropolitan terintegrasi agar manfaat pembangunan IKN dapat dirasakan lebih luas oleh daerah sekitar.
Kolaborasi Regional Jadi Fokus
Salah satu topik utama dalam forum adalah praktik kerja sama antardaerah, termasuk pembelajaran dari Jepang melalui Nara Model.
Baca Juga : Harga Emas Dunia Turun Tajam meski Konflik Iran Memanas
Model tersebut dinilai fleksibel karena memungkinkan daerah mitra di sekitar IKN bekerja sama sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari sektor transportasi, logistik, tenaga kerja, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi tanpa harus membentuk organisasi baru yang kaku.
Forum juga membahas sejumlah praktik di Eropa, termasuk Emilia-Romagna di Italia yang dinilai berhasil menghubungkan kebutuhan pasar global dengan kapasitas UMKM lokal melalui lembaga regional.
Sementara itu, pengalaman Jabodetabek menunjukkan bahwa kerangka hukum dan forum koordinasi perlu dibarengi mekanisme implementasi yang efektif agar kolaborasi regional berjalan optimal.
Dampak Ekonomi IKN Mulai Terlihat
Sebagai kota yang dibangun melalui perencanaan jangka panjang, IKN dirancang bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Pada tahap awal pembangunan, masuknya investasi, pembangunan infrastruktur, dan meningkatnya aktivitas ekonomi mulai menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dampak tersebut mulai terlihat di wilayah sekitar IKN. Berdasarkan Kajian Dampak Ekonomi melalui fasilitas Pendukung Penerapan Skema Pendanaan (PPSP), Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 19,9% serta penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0,45% dibanding sebelum pembangunan IKN dimulai.
Kajian itu juga menunjukkan Balikpapan berperan sebagai gerbang investasi utama IKN, sementara Samarinda dan Kutai Kartanegara mulai memperoleh manfaat spillover dari pembangunan Nusantara.
Greater Nusantara Jadi Konsep Pengembangan Baru
Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, mengatakan pembangunan Nusantara membutuhkan dukungan dan keterhubungan yang kuat dengan kota-kota di sekitarnya.
“Kita membutuhkan kota-kota sekitar untuk menjadi Greater Nusantara. Orang-orang di sebuah kota saling membutuhkan satu sama lain. Maka dari itu kita menyebutnya sebagai pembangunan Greater Nusantara,” ujar Pungky.
Dalam penyusunan Tri-City Development Plan (TCDP), muncul kebutuhan memperluas kerja sama regional agar mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus memastikan manfaat pembangunan IKN lebih merata.
Konsep Tiga Kota yang sebelumnya diamanatkan dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 kini berkembang menjadi Greater Nusantara yang mencakup IKN, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Perluasan kawasan tersebut didasarkan pada keterkaitan erat daerah-daerah tersebut dengan IKN, baik sebagai penyedia tenaga kerja, kawasan permukiman, pusat layanan perkotaan, simpul logistik, kawasan industri, maupun bagian dari rantai pasok ekonomi regional.
Akademisi Jepang Soroti Pentingnya Integrasi
Prof Norihisa Shima dari Toyo University menilai pembangunan IKN akan memberikan dampak yang lebih besar apabila setiap wilayah di sekitarnya memiliki fungsi yang jelas dan saling terhubung.
“IKN akan memberikan dampak yang besar kepada kota-kota sekitar, maka dari itu penting sekali IKN berkolaborasi bersama dengan kota-kota sekitar. Setiap kota dan kabupaten perlu memiliki fungsi masing-masing, dan setiap fungsi bisa terintegrasi satu sama lain,” ujar Shima.
Sementara itu, Prof Fumihiko Seta dari The University of Tokyo mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Nusantara.
Baca Juga : DPR Apresiasi Langkah BI Kurangi Ketergantungan Dolar
“Saya datang ke beberapa ibu kota baru, saya sangat terkesan dengan perkembangan Nusantara. Saya yakin di kemudian hari akan banyak orang datang ke sini. Sangat penting untuk Nusantara mengelola kawasan metropolitan dengan baik,” ujar Seta.
Melalui pengembangan Greater Nusantara, Otorita IKN berharap pembangunan Nusantara tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

[…] Profesor Jepang : Pembangunan IKN bisa Dongkrak Ekonomi Kaltim dan Sekitarnya […]