Trump Klaim Tarif Greenland Tak Berdampak ke Perdagangan AS-Eropa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Uni Eropa tidak akan menarik investasinya dari AS, meskipun pemerintahannya memberlakukan tarif baru yang dikaitkan dengan ambisi menguasai Greenland, sebuah langkah yang menuai kemarahan para pemimpin Eropa.
Sebelumnya, pada Selasa (20/1), Presiden Komisi Eropa Ursula, Von der Leyen menegaskan bahwa ancaman Trump merupakan “kekeliruan” dan berpotensi melanggar kesepakatan dagang yang telah disepakati kedua pihak pada tahun lalu.
Sejumlah pejabat Uni Eropa bahkan mulai menyiapkan langkah balasan yang berisiko memicu perang dagang dan menggagalkan perjanjian tersebut. Meski demikian, Trump menilai kecil kemungkinan Eropa benar-benar mengambil langkah ekstrem.
Keraguan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi persnya di Gedung Putih, ketika ditanya apakah tarif terkait Greenland akan mendorong Uni Eropa menarik komitmen investasinya. Menurutnya, Eropa sangat membutuhkan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan telah berjuang keras untuk mencapainya.
Baca Juga : Di Balik Dewan Perdamaian Gaza, Ada Anggaran Besar dan Berkuasa
Trump sebelumnya mengumumkan pengenaan tarif sebesar 10 persen terhadap barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, yang direncanakan meningkat menjadi 25 persen pada Juni.
Tarif itu akan diberlakukan kecuali kesepakatan terkait “pembelian Greenland”, wilayah semi-otonom milik Denmark yang merupakan sekutu NATO sekaligus anggota Uni Eropa tercapai.
Saat ditanya mengenai batas langkah yang siap ia tempuh demi mengamankan pulau tersebut, Trump hanya menjawab singkat, “Anda akan lihat nanti.”
Pernyataan itu disampaikan menjelang keberangkatan Trump ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, di mana ia dijadwalkan bertemu langsung dengan para pemimpin Eropa yang geram atas upayanya mengklaim wilayah sekutu NATO.
Von der Leyen kembali menegaskan bahwa perjanjian dagang AS dan Uni Eropa yang disepakati Juli lalu seharusnya dihormati. “Dalam politik seperti dalam bisnis, kesepakatan adalah kesepakatan. Dan ketika para sahabat berjabat tangan, itu harus bermakna,” ujarnya.
Dalam wawancara terpisah dengan NewsNation, Trump kembali meremehkan ancaman pembalasan Uni Eropa, termasuk wacana penggunaan “bazooka” perdagangan. Ia menilai para pejabat Eropa tidak benar-benar memahami dampak dari ancaman tersebut dan menegaskan AS siap membalas setiap langkah yang diambil terhadapnya.
Trump juga kembali mengkritik denda besar yang dijatuhkan Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi Amerika, termasuk Apple Inc., yang menurutnya mencerminkan perlakuan tidak adil.
Baca Juga : Putin Mulai Bergerak, Setelah Trump Tekan Eropa
Ketegangan hubungan transatlantik akibat ambisi Trump terhadap Greenland pun membayangi pertemuan tahunan para pemimpin politik dan ekonomi dunia di Davos, sekaligus memperdalam keretakan hubungan AS dengan sejumlah sekutu utamanya.
Meski demikian, Trump optimistis bahwa rangkaian pertemuan terkait Greenland di Davos akan berjalan lancar. Ia juga mengecilkan kritik dari pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dengan menyebut bahwa sambutan secara langsung biasanya jauh lebih hangat.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam tarif terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia jika negara-negara tersebut terus menentang rencananya. Ambisi Trump terhadap Greenland sendiri bukan hal baru, karena telah muncul sejak masa jabatan pertamanya.
Ancaman tarif itu turut mengguncang pasar global, dengan saham dan dolar AS melemah, sementara harga emas menembus rekor tertinggi. Trump juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau tersebut, sebuah skenario yang menurut Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dapat menandai berakhirnya NATO.
Walau invasi dinilai kecil kemungkinannya, Perdana Menteri Greenland menyatakan bahwa otoritas setempat perlu mulai bersiap karena konflik militer tidak sepenuhnya dapat dikesampingkan.
Trump berulang kali menegaskan bahwa penguasaan Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional AS, seraya menuding Denmark dan mitra NATO lainnya lalai menjaga keamanan wilayah tersebut dari pengaruh Rusia dan China.
Menanggapi kekhawatiran bahwa langkahnya dapat merusak aliansi transatlantik pasca-Perang Dunia II, Trump menyatakan optimistis akan tercapai solusi yang memuaskan semua pihak. Ia bahkan mengaitkan klaimnya atas Greenland dengan kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian, sembari kembali melontarkan tudingan terhadap Norwegia terkait proses penghargaan tersebut.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mendesak mitra dagang AS agar tidak melakukan pembalasan atas ancaman tarif Trump. Ia meyakini para pemimpin dunia tidak akan memperburuk eskalasi dan menilai spekulasi soal potensi Eropa menjual obligasi pemerintah AS sebagai narasi yang keliru.
Meski negara-negara Eropa memegang triliunan dolar aset AS, sebagian besar analis menilai kecil kemungkinan langkah ekstrem tersebut akan diambil. Di sisi lain, Presiden Prancis, Macron sempat membuka opsi penggunaan instrumen anti-pemaksaan Uni Eropa, meski gagasan itu kemudian diredam oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Baca Juga : Rencana Trump soal Dewan Perdamaian Gaza Tuai Kritik dari Dunia

[…] Trump Klaim Tarif Greenland Tak Berdampak ke Perdagangan AS-Eropa […]