Mentan Amran Ungkap Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah Usai Tinjau Gudang Bulog
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan langsung ke Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (5/4/2026). Kedatangannya bertujuan memastikan kondisi cadangan beras nasional secara langsung di lapangan.
Setibanya sekitar pukul 11.16 WITA, Amran segera menyusuri area pergudangan. Pemandangan di dalam gudang cukup mencolok, tumpukan karung beras tersusun padat hingga hampir menyentuh atap. Sesekali ia berhenti untuk mencermati kualitas dan volume beras sambil berdiskusi singkat dengan petugas setempat.
Peninjauan Amran tidak sebatas di dalam gudang. Ia turut menyambangi area bongkar muat dan bahkan memanjat ke atas truk untuk memeriksa sendiri isi muatannya. Dari ketinggian bak kendaraan, ia membuka penutupnya dan memverifikasi bahwa muatan yang baru tiba memang berupa gabah.
Baca Juga : 7 Poin Pidato Kunci Trump, Isyaratkan Perang Segera Berakhir?
Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke rice milling unit (RMU) untuk menyaksikan proses pengolahan gabah menjadi beras. Di area ini, Amran mengambil sampel beras dan menunjukkannya langsung kepada awak media yang hadir.
Stok Beras 4,5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Amran menegaskan bahwa cadangan beras saat ini berada pada posisi puncak yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam sejarah Indonesia. Stok yang tersimpan di Bulog secara nasional kini menyentuh angka sekitar 4,5 juta ton, dan diperkirakan akan melampaui 5 juta ton dalam 10 hingga 20 hari mendatang.
“Dulu, itu gudang di Sulawesi Selatan penuh maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 761 ribu ton, seluruh Sulawesi Selatan. Tapi seluruh Indonesia, sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama Republik ini berdiri,” kata Amran saat ditemui di lokasi, Minggu (5/4/2026).
Pencapaian ini, menurut Amran, merupakan buah nyata dari program prioritas pemerintahan Presiden yang berhasil mendongkrak produksi pangan dalam waktu singkat.
“Jadi nggak usah diragukan, sekarang ini arahan Bapak Presiden, program prioritas utama Presiden, itu terbukti bisa menaikkan produksi beras, pangan dalam waktu yang singkat, hanya satu tahun. Gudang kita sudah penuh, kapasitas gudang hanya 3 juta ton,” ujarnya.
Gudang Penuh, Pemerintah Sewa Tambahan 2 Juta Ton Kapasitas
Dengan kapasitas gudang milik Bulog yang hanya mencapai 3 juta ton, pemerintah terpaksa menyewa ruang penyimpanan tambahan untuk menampung lonjakan stok.
“Jadi sekarang sudah sewa 2 juta ton gudang. Nah, ini kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 sampai 20 hari sudah 5 juta ton,” sambung dia.
Bahkan, Amran memproyeksikan angka tersebut bisa terus naik dalam dua bulan ke depan.
“Dan tidak menutup kemungkinan dua bulan ke depan 6 juta ton. Pernah nggak terjadi? Dulu stok kalau bulan seperti sekarang ini, itu maksimal 1,5 juta ton. Sekarang tiga kali lipat. Ini 300 persen. 200 persen naik ya? 200 persen naik. Kita syukuri,” kata Amran.
Ketahanan Pangan Nasional Dinilai Aman
Kondisi berlimpahnya stok beras ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.
“Pernah nggak dengar Republik Indonesia punya beras stok 5 juta ton? Jadi nggak usah khawatir, pangan aman,” tegasnya.
Kepada pihak-pihak yang masih ragu, Amran bahkan membuka pintu kerja sama penyewaan gudang.
“Gudang hari ini kita sewa. Kita sewa gudangnya, yang banyak komentarnya, yang tidak percaya, siapkan gudangnya, kita sewa gudang,” ucap dia.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang turut berkontribusi dalam mendorong produksi pangan nasional.
Baca Juga : Trump Sebut Iran “Teroris”, Klaim Telah Tewaskan Warga Sipil
“Petani Indonesia, pahlawan pangan Republik ini, kepada TNI, Polri, Kejaksaan, seluruh yang membantu masyarakat tani sehingga beras kita melimpah. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Tronton Jadi Simbol Melimpahnya Stok Beras
Salah satu hal yang turut disorot Amran adalah penggunaan truk besar jenis tronton dalam proses distribusi beras, sesuatu yang ia anggap sebagai penanda nyata berlimpahnya cadangan pangan.
“Ini hasilnya semua. Ini sudah pakai tronton (untuk mengirim). Ini menunjukkan luar biasanya, karena biasa itu pake truk, tapi ini menunjukkan bahwasannya beras melimpah, sampai tronton dipakai,” kata dia.
Ia menegaskan bahwa semua ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di bawah visi besar Presiden.
“Ini sudah pakai tronton, berarti beras kita melimpah. Kita syukuri ya, inilah buah hasil, gagasan besar Bapak Presiden,” sambungnya.
Di tengah gejolak geopolitik yang terus memanas, Amran menyatakan Indonesia dapat tetap tenang karena fondasi pangan yang kuat.

[…] Mentan Amran Ungkap Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah Usai Tinjau Gudang Bulog […]