Danantara Minta IHSG Berbenah, Contohkan India dan Hong Kong
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia seharusnya dijadikan sebagai momentum bagi regulator untuk bergerak lebih agresif.
Dia menegaskan, peringatan dari MSCI tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang baru dan sudah diperhatikan pelaku pasar sejak beberapa bulan terakhir.
“Saya sudah membaca laporan MSCI dan sejujurnya ini bukan hal yang mengejutkan,” kata Pandu dalam acara Outlook Prasasti Centre di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Isu ini sebenarnya sudah ada sejak 3-4 bulan lalu dan menurut saya ini bisa dihindari,” lanjut dia
Baca Juga: BEI Dapat Ultimatum Purbaya “IHSG Harus Pulih sebelum Maret”
Menurut dia, masalah utama pasar saham Indonesia sekarang ini adalah berada di zona nyaman terlalu lama. Karena itu, diperlukan semacam “pecut” agar pembenahan bisa terjadi dan dipercepat.
“Ini persoalan zona nyaman. Kita harus menyelesaikannya dan bergerak,” ujar dia..
Pandu menilai, sudah saatnya pasar modal Indonesia berjalan lebih jauh hingga bertransformasi menjadi bursa yang berstandar global.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa RI seharusnya tidak lagi membandingkan diri dengan pasar-pasar kecil di kawasan. Sebaliknya, negara seharusnya langsung mengacu pada pasar modal yang sudah mendunia.
“Kita harus berkompetisi secara global. Kompetisi kita bukan negara tetangga. Lupakan itu. Patokan kita harus India dan Hong Kong,” tegas dia.
dia pun mendorong agar Indonesia tidak ragu meniru praktik terbaik dari pasar-pasar besar itu.
“Tiru saja. Jangan mengacu ke pasar yang lebih kecil,” imbuh dia.
Baca Juga: Isu Danantara Akuisisi Tambang Emas Martabe Ditanggapi Rosan

[…] Danantara Minta IHSG Berbenah, Contohkan India dan Hong Kong […]