DPR Ungkap Alasan RI Gabung Board of Peace Trump
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berkaitan erat dengan sejumlah kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang hingga saat ini, masih dalam tahap pembahasan.
Hal tersebut disampaikan Dave saat menjawab pertanyaan media usai rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Luar Negeri di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Menurutnya, pembahasan mengenai kontribusi Indonesia dalam BoP masih terus berjalan dan tidak dapat dilepaskan dari proses negosiasi bilateral kedua negara.
Dave menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk merampungkan berbagai kesepakatan yang saling berkaitan tersebut. Karena itu, DPR menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menyelesaikan proses yang sedang berlangsung.
Baca Juga : Isu Panas Venezuela, CIA Dikabarkan Ikut Campur Pemerintahan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa dana sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun yang dikaitkan dengan BoP bukanlah biaya keanggotaan, melainkan kontribusi untuk rekonstruksi wilayah Gaza yang mengalami kerusakan parah akibat konflik bersenjata.
Sugiono menjelaskan, bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan keputusan langsung Presiden Prabowo Subianto, dan tidak disertai pembayaran iuran sebagai anggota tetap. Ia menekankan bahwa BoP dibentuk sebagai upaya internasional untuk mendorong penyelesaian konflik di Palestina, termasuk proses pemulihan pasca perang.
Menurut Sugiono, Indonesia diundang untuk berpartisipasi sebagai anggota selama tiga tahun, bukan sebagai anggota permanen. Keikutsertaan tersebut dinilai strategis agar Indonesia dapat berperan aktif dan menyuarakan pandangannya secara langsung dalam proses pengambilan keputusan.
Ia menyebutkan bahwa Board of Peace memiliki mandat untuk memantau stabilisasi administrasi, serta menjalankan program rehabilitasi di Gaza dan wilayah Palestina. Dalam hal tersebut, kehadiran Indonesia dianggap penting, mengingat konsistensi sikap Indonesia sejak awal dalam mendukung perjuangan dan perdamaian Palestina.
Sugiono menuturkan, bahwa penandatanganan piagam pembentukan BoP dilakukan dalam waktu relatif singkat. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia harus terlibat sejak awal agar dapat mengawal arah kebijakan lembaga tersebut.
Baca Juga : Purbaya Minta Bea Cukai Sikat Habis Barang Ilegal
Selanjutnya, Sugiono menyampaikan bahwa tujuan utama Indonesia bergabung dalam BoP, adalah memastikan kebijakan yang diambil tetap selaras dengan cita-cita kemerdekaan Palestina, dan terwujudnya solusi dua negara. Selain itu, kehadiran Indonesia diharapkan mampu memberikan masukan, rekomendasi, serta pengaruh politik agar langkah-langkah perdamaian yang ditempuh bersifat konkret dan berkelanjutan.
Menurut Sugiono, pembentukan Board of Peace merupakan langkah nyata yang diharapkan dapat membawa proses perdamaian Palestina ke arah yang lebih jelas dan terukur, setelah upaya panjang yang selama ini belum membuahkan hasil signifikan.
